Melakukan wawancara calon nanny sebelum penempatan membantu orang tua mengenali pengalaman, kebiasaan kerja, dan cara kandidat menghadapi kebutuhan anak. Wawancara juga memberi kesempatan kepada calon nanny untuk memahami tugas, jadwal, serta aturan keluarga sebelum menyetujui pekerjaan.
Jangan hanya menanyakan lama pengalaman kerja. Gunakan pertanyaan yang menggambarkan situasi nyata agar keluarga memperoleh informasi lebih berguna untuk mengambil keputusan.
Persiapan Sebelum Mewawancarai Calon Nanny
Sebelum wawancara dimulai, tentukan kebutuhan keluarga secara jelas. Siapkan informasi berikut:
- Usia dan jumlah anak.
- Jadwal pengasuhan.
- Sistem tinggal dalam atau pulang-pergi.
- Rutinitas makan, mandi, bermain, dan tidur.
- Kondisi kesehatan atau alergi anak.
- Tugas utama nanny.
- Tugas tambahan apabila ada.
- Aturan keselamatan keluarga.
Daftar kebutuhan tersebut dapat digunakan untuk membandingkan jawaban setiap kandidat dengan kriteria yang sama.
Pertanyaan tentang Identitas dan Pengalaman
Awali wawancara dengan mengonfirmasi informasi dasar kandidat. Pertanyaan yang dapat diajukan antara lain:
- Sudah berapa lama Anda bekerja sebagai nanny?
- Anak usia berapa yang pernah Anda asuh?
- Berapa lama bekerja pada keluarga sebelumnya?
- Apa tugas utama Anda di tempat kerja sebelumnya?
- Apakah pernah mengasuh lebih dari satu anak?
- Apakah pernah bekerja dengan sistem tinggal dalam?
- Mengapa penempatan sebelumnya berakhir?
- Tantangan apa yang pernah Anda hadapi?
- Apa keterampilan pengasuhan yang paling Anda kuasai?
- Apakah ada tugas yang belum pernah Anda lakukan?
Mintalah kandidat memberikan jawaban yang spesifik. Informasi seperti usia anak, lama penempatan, dan tanggung jawab sebelumnya dapat membantu keluarga menilai relevansi pengalamannya.
Pertanyaan tentang Perawatan Bayi
Jika keluarga membutuhkan nanny untuk bayi, tanyakan pengalamannya dalam menjalankan rutinitas dasar sesuai arahan orang tua.
Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan adalah:
- Apakah pernah mendampingi bayi baru lahir?
- Bagaimana menjaga kebersihan botol dan perlengkapan bayi?
- Apa yang dilakukan ketika bayi sulit tidur?
- Bagaimana mengenali bayi yang merasa tidak nyaman?
- Kapan perubahan kondisi bayi harus segera dilaporkan?
- Apakah bersedia mencatat jadwal susu dan tidur?
- Bagaimana menjaga keamanan bayi ketika sedang beristirahat?
Nanny harus bersedia mengikuti petunjuk keluarga. Kandidat tidak boleh mengubah pola makan, memberikan obat, atau melakukan tindakan tertentu tanpa persetujuan orang tua.
Pertanyaan tentang Pendampingan Balita
Balita membutuhkan pengawasan aktif dan komunikasi yang sabar. Untuk menilai kesiapan kandidat, ajukan pertanyaan seperti:
- Bagaimana menghadapi anak yang tantrum?
- Apa yang dilakukan jika anak menolak makan?
- Bagaimana mengajak anak bermain tanpa terus menggunakan gawai?
- Apa yang dilakukan ketika anak tidak mau tidur?
- Bagaimana mengajarkan anak merapikan mainan?
- Bagaimana memberikan batasan tanpa menggunakan kekerasan?
- Aktivitas sederhana apa yang dapat dilakukan bersama anak?
Perhatikan apakah jawaban kandidat menunjukkan kesabaran dan pemahaman bahwa setiap anak mempunyai respons berbeda.
Pertanyaan tentang Keselamatan Anak
Keselamatan harus menjadi bagian penting dalam seleksi calon nanny. Gunakan contoh situasi untuk mengetahui cara kandidat mengambil tindakan.
Pertanyaan yang dapat diajukan meliputi:
- Apa tindakan pertama jika anak terjatuh?
- Apa yang dilakukan apabila anak tiba-tiba sakit?
- Kapan orang tua harus segera dihubungi?
- Apakah anak boleh dibawa keluar tanpa izin?
- Bagaimana menjaga anak ketika berada di dapur?
- Apa yang dilakukan jika orang asing datang?
- Apakah boleh memberikan obat kepada anak?
- Bagaimana mencegah anak menjangkau benda berbahaya?
- Apa yang dilakukan dalam keadaan darurat?
Jawaban kandidat tidak harus menggunakan istilah rumit. Hal terpenting adalah calon nanny mengutamakan keselamatan, segera melapor, dan tidak mengambil tindakan di luar kemampuannya.
Pertanyaan tentang Kedisiplinan dan Komunikasi
Nanny perlu bekerja sama dengan orang tua. Ajukan pertanyaan untuk mengetahui kesediaannya mengikuti arahan dan menyampaikan informasi secara terbuka.
- Bagaimana cara Anda menerima koreksi?
- Apa yang dilakukan jika belum memahami instruksi?
- Apakah bersedia membuat laporan harian?
- Bagaimana menyampaikan masalah kepada keluarga?
- Apakah bersedia mengikuti jadwal yang disepakati?
- Bagaimana jika terdapat perbedaan kebiasaan pengasuhan?
- Apakah bersedia membatasi telepon saat bekerja?
- Apa yang dilakukan jika melakukan kesalahan?
Perhatikan konsistensi jawaban dan cara kandidat berkomunikasi selama wawancara.
Pertanyaan untuk Nanny Tinggal Dalam
Jika nanny akan tinggal bersama keluarga, beberapa hal tambahan perlu dibicarakan:
- Apakah terbiasa bekerja dengan sistem tinggal dalam?
- Apakah bersedia mengikuti aturan rumah?
- Bagaimana mengatur kebutuhan pribadi selama bekerja?
- Apakah terdapat kondisi yang perlu diketahui keluarga?
- Bagaimana kebutuhan waktu istirahat Anda?
- Apakah bersedia menjaga privasi keluarga?
- Kapan Anda perlu menghubungi keluarga atau kerabat?
Keluarga juga perlu menjelaskan tempat istirahat, jam kerja, waktu pribadi, dan batas akses di rumah secara terbuka.
Jelaskan Tugas kepada Kandidat
Wawancara harus berjalan dua arah. Setelah mengajukan pertanyaan, keluarga perlu memberikan gambaran pekerjaan secara jujur.
Jelaskan hal-hal berikut:
- Jadwal kerja dan waktu istirahat.
- Tugas utama serta tugas tambahan.
- Kebiasaan dan karakter anak.
- Sistem laporan yang diharapkan.
- Aturan penggunaan telepon.
- Ketentuan membawa anak keluar.
- Aturan privasi dan dokumentasi anak.
- Masa adaptasi dan evaluasi.
Jangan menyembunyikan tugas rutin atau kondisi penting di rumah. Informasi yang transparan membantu kandidat menentukan kesediaannya.
Cara Menilai Jawaban Calon Nanny
Jangan memilih kandidat hanya karena memberikan jawaban yang terdengar sempurna. Perhatikan apakah calon nanny:
- Menjawab berdasarkan pengalaman nyata.
- Memberikan informasi yang konsisten.
- Bersedia mengakui keterbatasan.
- Tidak mendukung kekerasan terhadap anak.
- Mau bertanya ketika belum memahami tugas.
- Mengutamakan komunikasi dengan orang tua.
- Menghormati aturan dan privasi keluarga.
Catat jawaban penting agar keluarga dapat membandingkan beberapa kandidat secara objektif.
Langkah Setelah Wawancara
Sebelum menyetujui penempatan, keluarga sebaiknya:
- Memeriksa kembali informasi kandidat.
- Menyamakan pembagian tugas.
- Membaca perjanjian penempatan.
- Memahami prosedur penggantian.
- Menyiapkan aturan keselamatan.
- Menentukan masa adaptasi.
- Menyimpan kontak pihak penyalur.
Apabila keluarga mencari kandidat melalui lembaga penyalur, pelajari panduan yayasan penyalur nanny di sekitar Jakarta.
Keluarga juga dapat membaca artikel cara memilih nanny profesional di Jakarta sebelum mengambil keputusan.
Dengan menyiapkan daftar pertanyaan wawancara calon nanny sebelum penempatan, keluarga dapat memahami kandidat secara lebih menyeluruh. Wawancara yang terarah membantu orang tua memilih nanny berdasarkan kebutuhan anak, bukan hanya kesan pertama.








