4 Syarat Puasa Ibu Hamil Yang Harus Diperhatikan

Tuesday, May 1st, 2018 - Kehamilan

Syarat Puasa Ibu hamil – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh akan pahala dan ibadah. Umat Muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh. Karena hukumnya wajib, maka bagi umat Muslim yang memiliki halangan untuk berpuasa, tetap diwajibkan menggantinya di hari lain di luar bulan Ramadhan, atau mengganti dengan 1 mood bagi yang tidak mampu melaksanakan kewajiban puasa. Bagaimana dengan ibu hamil? Ibu hamil yang tidak berpuasa maka diwajibkan untuk membayar fidyah (1 mood) sebanyak hari yang ditinggalkannya selama bulan Ramadhan. Tidak hanya membayar fidyah, ibu hamil juga diwajibkan tetap mengganti dengan berpuasa di hari lain di luar bulan Ramadhan. Beginilah hukum keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan.

4 Syarat Puasa Ibu Hamil Yang Harus Diperhatikan

Oleh karena itu, banyak ibu hamil yang berusaha untuk tetap melaksanakan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan, meski dalam kondisi mengandung. Setidaknya dalam kurun waktu kurang lebih 12 jam, ibu hamil harus mampu menahan lapar dan haus. Hal ini akan sangat berdampak pada kesehatan janin dalam perut. Lalu, syarat apa saja yang patut diperhatikan ibu hamil sebelum berpuasa? Simak ulasannya syarat puasa ibu berikut ini.

1. Konsultasi dengan Dokter atau Bidan

Syarat puasa bagi ibu hamil yang utama yaitu memastikan bahwa keadaan janin dalam kondisi sehat dan normal, kesehatan ibu juga dalam kondisi baik. Ibu hamil perlu berkonsultasi dengan Dokter ataupun Bidan untuk memastikan bahwa keadaan ibu dan janin dalam perut dalam kondisi yang baik.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Seorang ahli Kebidanan dan Kandungan, Riyan Hari Kurniawan mengungkapkan bahwa kewajiban berpuasa bagi ibu hamil bisa dijalankan apabila memenuhi syarat yaitu mampu dan tidak membahayakan diri dan kondisi janin di dalam perut. Adalah suatu yang penting untuk terus memberikan perhatian ekstra kepada ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa.

2. Asupan Nutrisi
Riyan Hari Kurniawan mengatakan bahwa syarat puasa bagi ibu hamil yakni mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sebnayak 2500 Kalori per hari. Asupan dari karbohidrat sebanyak 50 Persen, 30 persen dari protein hewani dan protein nabati seperti telur, ikan, daging, susu, tempe, tahu, serta sebanyak 20 persen dalam bentuk lemak, misalnya kacang-kacangan.

Tidak hanya itu, Riyan menambahkan bahwa, ibu hamil membutuhkan tambahan vitamin yang terdiri dari Asam Folat, Kalsium, dan Zat besi.

  • Asam Folat berasal dari sayuran hijau, berfungsi untuk mencegah cacat janin.
  • Zat Besi bisa diperoleh dengan mengkonsumsi daging dan sayuran hijau. Zat Besi sangat dibutuhkan karena menurut hasil survey menunjukkan bahwa setidaknya 50 % ibu hamil memiliki anemia.
  • Kalsium bisa diperoleh dari susu, ikan sarden, dan ikan salmon. Berjemur di pagi hari (6-8 Pagi) bisa memeberikan suplemen kombinasi yakni Kalsium dan Vitamin D.

3. Mengatur Komposisi Makananan berbuka dan sahur

Perlunya mengatur komposisi makan ketika berbuka dan sahur adalah syarat puasa bagi ibu hamil yang mesti diperhatikan. Ibu hamil membutuhkan supply makanan yang mengandung lemak yang cukup, daging, vitamin C, juga antioksidan. Menyeimbangkan cairan tubuh dengan mengkonsumsi air putih minimal 2L saat buka juga sahur.
Saat berbuka puasa, ibu hamil perlu mengawali dengan minum minuman hangat dan manis. Hindari meminum minuman dingin. Kurma bisa dijadikan santapan berbuka untuk memperoleh kandungan karbohidrat. Sedangkan saat Sahur, ibu hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan manis.

Pilihlah jenis makanan yang kaya serat seperti oat dan gandum. Ibu hamil bisa menyediakan susu saat buka dan sahur untuk menambah tenaga dan menjaga kebugaran saat menjalani puasa. (Baca juga : Makanan yang Dilarang Saat Hamil Muda, Waspada ya!)

4. Memperhatikan Trimester kehamilan

Kehamilan dibagi menjadi tiga trimester, yakni trimester pertama, kedua, dan ketiga. Syarat puasa bagi ibu hamil yakni mengetahui kondisi kesehatan tubuh sesuai dengan trimester kehamilan yang sedang dijalani.

Untuk trimester pertama (Bulan pertama hingga ke tiga), dimana pada masa ini terjadi proses pembentukan otak, organ, saluran pencernaan dan juga ginjal. Sebagian besar ibu hamil akan merasakan mual, muntah, pusing, juga lemas. Apabila mual dan muntah menyebabkan ibu hamil tidak bisa makan maka ini akan sangat membahayakan dan keadaan ini tidak dianjurkan untuk berpuasa. Ibu hamil yang mengalami mual dan muntah hebat
disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Trimester kedua (bulan keempat hingga keenam) keluhan seperti mual dan muntah seyogianya sudah tidak dirasakan pada trimester ini. kenaikan berat badan rata-rata 0,5 kg setiap minggunya. Trimester ini dianjurkan untuk berpuasa. Namun apabila ada keluhan seperti muntah dan mual maka segera konsultasi dengan dokter ataupun bidan.

Trimester tiga (bulan ketujuh hingga ke sembilan) dianjurkan untuk tetap berpuasa apabila memenuhi beberapa syarat, yakni tekanan darah normal, tidak mengidap penyakit gula, tidak ada anemia, kondisi janin sehat dan berat badan janin sesuai.

Sudah siap dengan semua syarat puasa bagi ibu hamil di atas? semoga membantu para ibu hamil yang kebingungan untuk menjalani bulan Ramadhan.

4 Syarat Puasa Ibu Hamil Yang Harus Diperhatikan | Anita Andinina | 4.5